Dirut BEI: Investor Ritel Rajai Transaksi Bursa di 2021

TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengungkapkan bahwa investor ritel dan investor milenial masih mendominasi pasar modal pada 2021.

“Investor ritel berhasil merajai transaksi bursa di 2021 dengan porsi transaksi lebih dari 50 persen, tepatnya 57 persen,” kata Inarno dalam webinar KAGAMA, Jumat, 18 Desember 2021.

Bursa Efek Indonesia atau BEI mencatat transaksi investor ritel selama Januari-November 2021 tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 45,9 persen. Sedangkan untuk transaksi investor institution domestik dan luar negeri selama 2021, masing-masing sebesar 18 persen dan 25 persen.

“Kalau kita lihat pertumbuhan tahun ini saja, melebihi 3 tahun terakhir jika dijumlahkan, ini berkat kemajuan teknologi sehingga growth investor pesat sekali,” ujarnya.

Pertumbuhan juga diikuti dengan jumlah investor yang aktif bertransaksi yang mencapai 200 ribu investor setiap harinya.

Hingga akhir November 2021, terdapat penambahan 3,27 juta investor pasar modal baru menjadi 7,15 juta investor atau meningkat 84 persen. Pertumbuhan investor pasar modal tersebut merupakan 8 kali lipat dibandingkan 2016. Sedangkan untuk total investor saham meningkat 6,2 kali lipat sejak 2016.

Sedangkan berdasarkan klasifikasi usia, investor muda dan milenial masih mendominasi investor pasar modal. Pertumbuhan kumulatif sejak 2016, masih didominasi usai 18-25 tahun yang meningkat 45,7 persen atau 731.634 investor baru. Selain itu, lebih dari 50 persen jumlah investor individu didominasi oleh investor muda dan milenial.

“Ini merupakan tren yang baik dan diharapkan ke depannya investor muda dan milenial ini meningkat dan meluas, guna meningkatkan literasi edukasi dan partisipasi generasi muda Indonesia pada pasar modal Indonesia,” katanya.

Selama pandemi Covid-19, BEI juga aktif melakukan sosialisasi melalui layanan publik secara online dan offline. Sosialisasi yang berlangsung telah mencapai 8.875 edukasi dengan peserta 1,1 juta orang dari target 9.000 sosialisasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *